KKN TEMATIK UNISSULA XVIII KELOMPOK 78 (Hari ke 12)

 Jum'at 16 Agustus 2024

Hari Keduabelas KKN: Malam Tirakatan 17 Agustus yang Penuh Makna

Malam keduabelas KKN kami di desa ini diisi dengan acara Tirakatan 17 Agustus, sebuah tradisi yang selalu dilakukan oleh masyarakat untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat serta warga desa. Sebagai bagian dari tim KKN, kami merasa sangat terhormat bisa turut serta dalam momen penting ini.

Pukul 20.00 WIB, kami mulai berkumpul di balai desa bersama warga setempat. Pos ronda sudah dihias dengan Balon , lengkap dengan bendera dan ornamen khas perayaan kemerdekaan. Suasana terasa hangat dan penuh semangat, meskipun malam itu cukup dingin.

Acara dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu sesepuh desa. Doa ini bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan serta memohon perlindungan dan keberkahan bagi bangsa Indonesia. Suasana menjadi sangat khidmat, semua yang hadir menundukkan kepala dalam hening, meresapi makna dari perjuangan dan kemerdekaan.

Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan penyambutan resmi para tokoh masyarakat yang hadir. Kepala Dusun, Pak Kadus, bersama Carik (sekretaris desa), Ketua Karang Taruna, dan Ketua KKN 78, semuanya naik ke atas panggung untuk memberikan sambutan. 

Kadus membuka dengan sambutan yang menyentuh tentang pentingnya menjaga semangat persatuan dan gotong royong di tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah. Ia juga mengapresiasi kerja keras warga desa, khususnya para pemuda Karang Taruna dan tim KKN, dalam menyukseskan berbagai kegiatan perayaan 17 Agustus di desa ini.


Ketua Karang Taruna dan Ketua KKN 78 juga memberikan sambutannya, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya rangkaian acara 17 Agustus dengan baik dan lancar. Mereka menekankan pentingnya terus menjaga semangat juang, tidak hanya dalam peringatan kemerdekaan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah sambutan, seluruh peserta acara berdiri untuk bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momen ini sangat menggetarkan hati, dengan seluruh warga, dari anak-anak hingga orang dewasa, menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh semangat dan rasa bangga.


Selesai menyanyikan Indonesia Raya, acara dilanjutkan dengan prosesi potong tumpeng. Tumpeng yang disediakan malam itu merupakan simbol rasa syukur atas segala berkat dan kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia. Potongan tumpeng pertama diberikan oleh Pak Kadus kepada Ketua Karang Taruna sebagai simbol kebersamaan dan semangat juang yang terus diwariskan.

Setelah prosesi potong tumpeng, acara memasuki sesi yang paling ditunggu-tunggu, yaitu pembagian hadiah bagi para pemenang lomba 17-an yang telah diselenggarakan beberapa hari sebelumnya. Lomba-lomba tersebut mencakup berbagai permainan tradisional yang diikuti dengan antusias oleh warga desa, seperti lomba balap karung, tarik tambang, dan lain-lain.


Panitia dengan penuh semangat membacakan satu per satu nama pemenang, dan hadiah pun diserahkan langsung oleh tokoh-tokoh masyarakat yang hadir. Wajah-wajah gembira para pemenang, terutama anak-anak, menambah keceriaan suasana malam itu.

Tidak hanya itu, doorprize juga dibagikan kepada warga yang hadir, menambah keseruan acara. Hadiah-hadiah doorprize ini berupa barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti peralatan rumah tangga, yang disumbangkan oleh beberapa donatur lokal. Semua orang tampak bersemangat, berharap menjadi salah satu yang beruntung mendapatkan doorprize.

Acara Tirakatan malam 17 Agustus ini berakhir sekitar pukul 22.00 WIB dengan suasana hati yang hangat dan penuh rasa syukur. Sebelum bubar, seluruh warga dan kami, tim KKN, saling bersalaman, menandakan kebersamaan dan persaudaraan yang semakin erat terjalin selama rangkaian peringatan kemerdekaan ini.

Pengalaman malam ini memberikan kami kesadaran yang lebih dalam akan pentingnya merayakan kemerdekaan, tidak hanya sebagai sebuah ritual tahunan, tetapi sebagai momen untuk merefleksikan diri dan memperkuat tekad dalam menjaga nilai-nilai yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan.


Kami, tim KKN, sangat berterima kasih telah diberikan kesempatan untuk ikut serta dalam acara yang penuh makna ini. Malam ini akan selalu kami kenang sebagai salah satu momen terbaik selama menjalani KKN, di mana kami tidak hanya belajar tentang pentingnya tradisi, tetapi juga merasakan langsung hangatnya kebersamaan dengan masyarakat desa yang begitu menghargai kemerdekaan dan persatuan.

Komentar