KKN TEMATIK UNISSULA XVIII KELOMPOK 78 (Hari ke-10)

 Rabu 14 Agustus 2024

Hari Kesepuluh KKN: Acara Suronan dan Pentas Seni Reog di Dusun Legok

Hari kesepuluh KKN kami di desa ini dipenuhi dengan kegiatan budaya yang sangat berkesan. Hari ini, Dusun Legok mengadakan acara Suronan yang diramaikan dengan pentas seni Reog, sebuah tradisi yang telah turun-temurun menjadi bagian dari kebudayaan Jawa. Kami, sebagai mahasiswa KKN, merasa sangat beruntung bisa ikut serta dalam acara ini dan menyaksikan langsung kekayaan budaya yang dimiliki desa ini.

Sekitar pukul 4 sore, pentas seni Reog pun dimulai. Pentas seni ini diadakan di lapangan desa dan dihadiri oleh hampir seluruh warga Dusun Legok. Pertunjukan Reog menjadi daya tarik utama, dengan penari-penari Reog yang mengenakan topeng besar dan kostum yang megah, melambangkan kekuatan dan keberanian. Musik gamelan yang mengiringi pertunjukan semakin menambah kekhidmatan dan kemegahan suasana.

Pentas seni ini tidak hanya menampilkan Reog, tetapi juga beberapa pertunjukan lain, seperti tari tradisional dan musik gamelan. Anak-anak hingga orang dewasa, semua turut serta dalam pertunjukan ini, menunjukkan betapa budaya ini tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kami sangat terkesan dengan keindahan gerakan tari, kostum, dan semangat para penampil yang begitu mendalam dalam melestarikan tradisi .

Setelah pertunjukan sore selesai pada pukul 6 sore, acara dihentikan sejenak untuk istirahat. Warga desa kembali ke rumah masing-masing untuk makan malam dan beristirahat sebelum melanjutkan acara di malam hari. Kami, tim KKN, memanfaatkan waktu ini untuk berkunjung ke rumah Pak Kadus Dusun Legok pada pukul 8 malam. 

Pak Kadus menyambut kami dengan ramah, dan kami berbincang-bincang mengenai berbagai hal, termasuk sejarah Dusun Legok dan bagaimana mereka menjaga dan melestarikan tradisi budaya seperti Reog dan Suronan. Pak Kadus juga berbagi cerita tentang pentingnya generasi muda dalam melestarikan kebudayaan lokal agar tidak hilang ditelan zaman. Kunjungan ini memberikan kami wawasan yang lebih dalam tentang kehidupan dan budaya desa yang luar biasa kayanya.

Pada pukul 9 malam, acara dilanjutkan kembali dengan pentas seni malam hari. Suasana di lapangan desa kembali hidup dengan kehadiran penonton yang lebih banyak dibandingkan sore hari. Pentas seni malam ini menampilkan lanjutan dari pertunjukan Reog, tetapi dengan penampilan yang lebih megah dan penuh semangat. Lampu-lampu yang menerangi panggung serta kembang api kecil yang ditembakkan sesekali, menambah keindahan suasana malam itu.

Penampilan Reog malam ini juga disertai dengan atraksi yang lebih mendebarkan, termasuk aksi-aksi menantang seperti tarian topeng singa barong yang diiringi musik gamelan yang lebih cepat dan intens. Warga desa dan kami, tim KKN, tak henti-hentinya memberikan tepuk tangan dan sorakan semangat kepada para penampil. Pertunjukan ini benar-benar menjadi penutup yang sempurna untuk acara Suronan hari itu.

Acara berakhir pada pukul 12 malam dengan suasana yang penuh kegembiraan dan kebanggaan akan kebudayaan yang telah ditampilkan. Kami, tim KKN, merasa sangat terhormat telah diundang untuk menyaksikan dan menjadi bagian dari acara ini. Hari kesepuluh ini menjadi momen yang sangat berharga, tidak hanya karena kami dapat belajar banyak tentang kebudayaan Jawa, tetapi juga karena kami merasakan langsung kehangatan dan kebersamaan masyarakat desa yang begitu kuat.

Pengalaman ini akan selalu kami kenang, dan kami berharap tradisi-tradisi seperti Suronan dan pentas seni Reog ini akan terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Komentar